Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M1 dan Xiaomi Redmi Note 5 sudah bertengger di Rp2 jutaan, Nokia 6.1 Plus masih setia di harga Rp3 jutaan. Padahal, ketiganya memanfaatkan prosesor dan kombinasi memori yang sama. Yaitu, prosesor delapan inti (octa core) Qualcomm Snapdragon 636 1,8 GHz, RAM 4 GB, dan ROM 64 GB.

Apakah Nokia terlalu percaya diri? Setelah menguji pakai Nokia 6.1 Plus, barulah penulis alias HSW menyadari mengapa HMD Global sebagai “majikan” Nokia berani tampil berbeda. Harus diakui build quality ponsel itu melebihi merek-merek lain yang HSW sebutkan di paragraf pertama.

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Kali pertama memandang kemudian menggenggam Nokia 6.1 Plus warna putih, ponsel itu terlihat glamor dan kukuh. Permukaan bodi belakang yang berbahan beling tampak cantik. Ketika ponsel-ponsel terbaru kian jarang mengatakan bodi berwarna putih, Nokia 6.1 Plus menjadi terkesan tidak pasaran.

Layar IPS 5,8 inci ponsel tersebut mempunyai resolusi full HD+ 2.280 x 1.080 piksel dengan rasio 19:9. Walaupun “hanya” memakai Corning Gorilla Glass 3, permukaan layar Nokia 6.1 Plus tetap relatif lebih tahan terhadap goresan.

Gambar dan goresan pena sanggup ditampilkan dengan tajam sekaligus cemerlang oleh layar Nokia 6.1 Plus. Ketika sepasang ibu jari HSW yang berukuran jumbo bergantian menyentuh layar, ponsel meresponsnya dengan cepat. Tak ada jeda. Layar sentuh itu terasa begitu nyaman. Ah… sulit melukiskannya dengan kata-kata.

Berdimensi fisik 147,2 x 70,98 x 8,59 milimeter dan berat 151 gram, Nokia 6.1 Plus yummy digenggam maupun dikantongi. Tidak terlalu besar ketika dipegang, juga tak hingga terasa mengganjal kala dimasukkan ke dalam saku.

Hal menarik lain, sesuai “tradisi” Nokia, Nokia 6.1 Plus dijanjikan mendapat pembaruan minimal dua versi sistem operasi. Saat kali pertama HSW keluarkan dari kardus, ponsel itu memanfaatkan Android 8.1 Oreo. Beberapa ahad kemudian hadir pembaruan ke Android 9 Pie. Jika versi Android Q atau apa pun namanya kelak muncul, pengguna Nokia 6.1 Plus masih berkesempatan menikmatinya.

Saatnya mengupas kamera. Kamera di sisi belakang ponsel itu berlensa ganda 16 megapiksel dan lima megapiksel. Ia dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat. Tersedia mode live bokeh dan manual. Pada mode manual, parameter pemotretan yang bisa diubah relatif terbatas. Hanya metode pengukuran cahaya, pemfokusan, white balance, dan kompensasi pencahayaan. Kecepatan rana alias shutter speed tak bisa diubah manual.

Ketika memotret maupun merekam video beresolusi maksimal UHD 4K, pengguna bisa menambahkan stiker bunga atau hewan. Sehingga, foto atau klip video akan terlihat lebih unik dan unyu.

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Kamera depan Nokia 6.1 Plus tanpa lampu kilat dan fokus otomatis. Kamera berlensa tunggal itu sanggup menghasilkan foto beresolusi 16 megapiksel dan klip video full HD 1080p. Bila pengguna berswafoto di lokasi yang sangat temaram, cahaya layar ponsel sanggup difungsikan sebagai sumber pencahayaan darurat.

Ada satu fitur kamera yang seyogianya dicoba pengguna Nokia 6.1 Plus. Namanya, dual sight alias bothie. Dengan mengaktifkan fitur tersebut, kamera depan dan kamera belakang ponsel akan aktif bersamaan. Pengguna yang gemar melaksanakan vlogging amat mungkin menyukainya. Apalagi, kegiatan live ke Facebook atau YouTube di Nokia 6.1 Plus sanggup dilakukan pribadi dari sajian kamera.

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Menyangkut kinerja, berdasarkan HSW, kamera Nokia 6.1 Plus tergolong tidak istimewa. Di lokasi berpencahayaan memadai, foto yang dihasilkan biasanya tidak mengecewakan bagus. Detail objek terekam dengan baik. Demikian pula saturasi warnanya. Hanya sesekali kamera ponsel gagal menangkap gradasi warna dan detail objek secara prima.

Namun, begitu diajak memotret di lokasi yang tak berlimpah cahaya, sisi minus kamera Nokia 6.1 Plus praktis terdeteksi. Kamera cukup sering gagal terfokus tepat (out of focus). Foto yang dihasilkan pun terlihat berbintik-bintik.

Wi-Fi, bluetooth, GPS, radio FM, dan sensor sidik jari di bawah kamera belakang merupakan sebagian spesifikasi lain Nokia 6.1 Plus. Fitur ketuk layar dua kali untuk mengaktifkan layar tersedia di ponsel itu. Namun, janganlah mencari fitur NFC alasannya ialah pengguna niscaya takkan menemukannya.

Ketika ponsel kali pertama diaktifkan, kapasitas ruang kosong di memori internal mencapai 53,13 GB. Konektor audio 3,5 milimeter terdapat di sisi atas ponsel, sedangkan mikrofon, konektor USB tipe C, dan speaker berada di bab bawah. Tombol volume dan power sanggup dijumpai di kanan ponsel.

Selot kartu SIM tersedia di sisi kiri Nokia 6.1 Plus. Karena menganut sistem hybrid, pengguna harus menentukan ingin memasangkan dua nano SIM atau satu nano SIM plus sekeping kartu microSD.

Anggaplah pengguna menyelipkan sepasang nano SIM. Kedua nomor sanggup siaga bersamaan di jaringan 4G LTE. Sayang, sesudah diperbarui ke Android 9 Pie, Nokia 6.1 Plus tidak lagi mendukung native VoLTE Smartfren. Padahal, ketika masih ber-Android 8.1 Oreo, ponsel itu pribadi siap digunakan ber-native VoLTE.

Secara umum, dengan mengabaikan performa kameranya yang hanya bagus di lokasi terang, Nokia 6.1 Plus bekerjsama bisa diandalkan. Enak digenggam maupun dimasukkan ke dalam saku, gegas, serta dibekali layar yang responsif dan sedap dipandang mata.

Daya tahan baterainya pun melebihi ekspektasi. Dengan sikap pemakaian ala HSW, baterai tanam 3.060 mAh di ponsel itu bisa bertahan hingga 16 jam. Dengan memakai pengisi daya Quick Charge 3.0 bukan abal-abal, pengisian ulang daya membutuhkan waktu sekitar dua jam.

Sebagai ponsel Android One, tak banyak aplikasi bawaan non-Google yang disertakan di Nokia 6.1 Plus. Hanya ada BaBe, PicMix, dan Support. Dua aplikasi pertama tak bisa dihapus, tetapi bisa di-disable.

Usai diperbarui ke Android 9 Pie dan satu kali menjalani factory reset, Nokia 6.1 Plus yang digunakan HSW sempat bertingkah aneh. Berkali-kali ponsel memperdengarkan notifikasi. Seolah ada pesan gres masuk. Padahal, ketika dicek tidak ada email, SMS, WhatsApp, atau notifikasi lain yang menghampiri ponsel. Seandainya kelak Anda mengalami hal serupa, cobalah melaksanakan factory reset sekali lagi.

Saat ini harga ritel resmi Nokia 6.1 Plus dipatok Rp3,399 juta. Di pasar luring (offline) maupun daring (online) peminat dengan praktis bisa menjumpai penjual yang mengatakan penawaran lebih murah. Kalau boleh mengatakan saran tambahan, daripada membeli Nokia 6.1 Plus hitam lebih baik melirik yang putih.

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

HSW pernah memegang pribadi dua varian warna itu. Nokia 6.1 Plus putih jauh terlihat lebih memikat mata. Wujud fisik ponsel itu sekaligus menjadi bukti kalau kualitas pengerjaan (build quality) Nokia, mantan penguasa pasar ponsel dunia, tidak asal garap.

***

Berikut referensi hasil kamera Nokia 6.1 Plus.

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Perhatikan orang-orang yang berada di depan panggung. Terlihat bergerombol dan menyatu. Jarak antarorang tidak terlihat jelas.

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Sebuah baut sukses menciptakan ban motor yang dikendarai HSW kehabisan angin. Sebelum tukang tambal ban beraksi, baut itu diabadikan dulu.

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Suasana di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta ini terlihat temaram. Padahal, aslinya jauh lebih terang.

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Mencoba fitur live bokeh. Anda niscaya bisa menebak foto mana yang dijepret ketika live bokeh nonaktif.

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Foto-foto di bawah ini dihasilkan oleh kamera depan.

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

***

Tangkapan layar Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, kondisi awal RAM, dan versi firmware yang digunakan dalam uji pakai.

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)