Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi Dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel. Terlepas dari submerek itu dibiarkan tetap menginduk atau kemudian disapih, setidaknya kita mengenal Huawei-Honor, Alcatel-Flash, ZTE-Nubia, Oppo-Realme, kemudian Xiaomi-Pocophone. Pocophone. Bacalah sebagai poko-fon, bukan poco-fon ala senam poco-poco.

Kehadiran Pocophone F1 di Indonesia direspons beragam. Ada yang memperlihatkan predikat flagship killer. Ada yang eksklusif mengira Pocophone menggunakan komponen kualitas nomor dua. Buangan dari Xiaomi.

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Kelompok kolam pengamat dan komentator, tapi tampaknya jarang membeli ponsel baru, mempunyai pendapat lebih mengigit. “Flagship kok bodi plastik. Pocophone cocoknya dijual Rp2 jutaan,” kata mereka. Seandainya tak mengingat filosofi Jawa ajining diri soko lathi, rasanya penulis alias HSW bakal impulsif merespons, “Semprul. Ponsel Snapdragon 845 Rp2 jutaan? Bathukmu sempal!”

F1 dibekali layar IPS 6,18 inci beresolusi full HD+ 2.246 x 1.080 piksel. Permukaan layar berponi dengan rasio 18,7:9 itu telah mengadopsi Corning Gorilla Glass. Namun, di situs Xiaomi maupun Corning tidak disebutkan versi Gorilla Glass yang digunakan.

Tampilan layar F1 bergotong-royong tak bisa dibilang jelek. Walaupun demikian, jikalau diadu dengan layar ponsel flagship merek lain, sebut saja LG G7+ ThinQ, Samsung Galaxy S9+, dan Huawei P20 Pro, layar F1 harus diakui kalah prima. Warna dan ketajaman gambar yang disodorkan layar F1 terasa kurang greget. Untungnya ada alasan pemaaf. Harga F1 kan jauh lebih murah daripada tiga ponsel flagship yang HSW sebutkan.

Di sisi atas ponsel terdapat konektor audio 3,5 milimeter, sedangkan di bawah ada speaker dan konektor USB tipe C. Tombol volume dan power ditempatkan di kanan ponsel. Sementara itu, selot kartu dual nano SIM hybrid tersedia di sisi kiri ponsel. Pengguna bebas menentukan akan menyelipkan dua nano SIM atau satu nano SIM dan satu kartu microSD.

Anggaplah para pengguna F1 mengikuti jejak HSW yang memasangkan dua nano SIM sekaligus. Keduanya sanggup siaga bersamaan di jaringan 4G LTE. Karena mendukung native VoLTE Smartfren, pengguna eksklusif leluasa bertelepon di jaringan 4G LTE operator yang identik dengan warna merah itu.

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Kamera utama F1 berlensa ganda 12 megapiksel dan lima megapiksel dengan fokus otomatis berpiksel ganda dan lampu kilat. Ia bisa menghasilkan foto beresolusi maksimal 12 megapiksel dan klip video UHD 4K. Tersedia fitur kecerdasan buatan (artificial inteligence, AI) maupun mode portrait dan manual. Fitur AI-nya, berdasarkan HSW, masih kurang optimal. Berkali-kali ia gagal mengidentifikasi objek dengan cepat.

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Pada mode portrait, foto dengan efek bokeh yang dihasilkan masih bisa disunting berdasarkan blur level, light trails, dan 3D lighting. Pengguna disarankan sesekali mencobanya untuk bereksperimen. Carilah efek yang dianggap terbaik dan sesuai selera.

Bila mode manual kamera diaktifkan, pengguna sanggup mengubah white balance, pemfokusan, kecepatan rana, dan ISO secara manual. Kecepatan rana bebas diatur mulai 1/1.000 detik hingga 32 detik. Sedangkan pilihan ISO-nya mulai 100 hingga 3200.

Resolusi kamera depan F1 justru lebih besar. Kamera tanpa fokus otomatis itu sanggup memproduksi foto beresolusi 20 megapiksel. Di lokasi berpencahayaan temaram, layar ponsel sanggup difungsikan sebagai lampu kilat darurat. Apakah ada mode portrait? Ada! Kalau digunakan sebagai perekam video, kamera depan F1 bisa menghasilkan klip video beresolusi maksimal full HD 1080p.

Diposisikan sebagai ponsel flagship, masuk akal bila F1 menggunakan prosesor delapan inti (octa core) Snapdragon 845 yang terdiri atas empat inti 2,8 GHz dan empat inti 1,8 GHz. Spesifikasi lain F1, di antaranya, Wi-Fi, bluetoth, GPS, sensor sidik jari, pemindai wajah, dan RAM 6 GB.

F1 yang HSW uji pakai dibekali ROM 128 GB. Ketika ponsel kali pertama diaktifkan, ruang kosong di memori internal mencapai 117,7 GB. Fitur ketuk dua kali untuk mengaktifkan layar (double tap to wake), second space, dan dual apps sanggup ditemukan di F1. Ada pula radio FM yang siarannya bisa direkam.

Ponsel Android 8.1 Oreo itu memanfaatkan tampilan antarmuka MIUI ala Xiaomi yang kali ini disebut MIUI for Poco. Beberapa hal membuatnya berbeda dengan MIUI di ponsel-ponsel Xiaomi. Misalnya, ia dilengkapi apps drawer yang penampakannya sepintas sama dengan Android polosan. Daftar aplikasi juga bisa dikelompokkan berdasarkan fungsi (communication, tools, dll) atau warna ikon.

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Sumber daya ponsel berasal dari baterai tanam berkapasitas 4.000 mAh. Di tangan HSW baterai itu rata-rata sanggup bertahan 18 jam. Dengan memanfaatkan charger bawaan yang berstandar Qualcomm Quick Charge 3.0, baterai F1 sanggup diisi ulang hingga penuh dalam waktu sekitar 1 jam 50 menit.

Katanya begini…

Keberadaan F1 di Indonesia tak lepas dari aneka macam kabar miring. Berikut yang sempat HSW catat: layar menghitam (screen bleeding), ghost touch, kamera buruk dan sering error, menggunakan komponen KW2, serta simpel panas.

Mari kita mengulasnya satu per satu. HSW pernah menggunakan dua unit F1 yang berbeda. Satu berkapasitas 64 GB yang digunakan untuk towel-towel di Jakarta, Bandung, Jogja, dan Semarang. Berikutnya, HSW berganti ke varian 128 GB.

Layar sepasang F1 itu baik-baik saja. Di tepi layar tidak ditemukan bayangan atau jejak tertentu yang membuatnya layak disebut mengalami screen bleeding. Namun, tak bisa dimungkiri, memang ada pembeli F1 yang area tertentu layarnya terlihat menghitam.

Seandainya problem itu eksklusif diketahui ketika konsumen bertransaksi di toko, eksklusif saja meminta penggantian unit baru. Kalau permasalahan gres ditemukan beberapa hari kemudian, segeralah mengunjungi sentra perbaikan resmi Xiaomi. Petugas di sana akan melaksanakan pengecekan kemudian memperlihatkan solusi terbaik berdasarkan kondisi spesifik setiap ponsel. Gratis!

Beralih ke ghost touch. Ketika pengguna menyentuh, sebut saja, titik A di layar, eh… titik B ikut bereaksi. Hal itu konon sering terjadi di pecahan tepi layar. Berbekal aplikasi Multi-touch Tester yang sanggup diunduh di Play Store, HSW melaksanakan pengujian singkat. Inilah hasilnya. Satu sentuhan tetap dikenali sebagai satu sentuhan.

Kamera buruk dan sering error? Kita bahas error-nya dulu deh. Error dalam arti kamera mendadak macet. Xiaomi mengakui problem itu terjadi secara acak di sebagian unit F1 yang masih menggunakan firmware versi MIUI 9.6.11.0. Solusinya, eksklusif dari hidangan ponsel, pengguna cukup melaksanakan pembaruan firmware ke versi MIUI 9.6.14.0. Sejak firmware versi 14 kemudian naik ke 18, 22, dan sekarang 25, kasus error tak terjadi lagi.

Tentang kinerja kamera yang dinilai jelek, HSW sependapat. Ketika masih menggunakan firmware versi lama, performa kamera F1 mengecewakan. Jangankan diadu dengan flagship ponsel merek lain yang jauh lebih mahal, dibandingkan hasil jepretan kamera Xiaomi Redmi Note 5 yang lebih murah pun bertekuk lutut kok.

Kondisinya gres berubah ketika F1 memperoleh pembaruan firmware ke versi 22 kemudian 25. Kinerja kamera membaik signifikan. Foto-foto yang dihasilkan setidaknya sanggup mengimbangi Redmi Note 5. Sedangkan klip video yang diproduksi sukses mengungguli Redmi Note 5. Gara-gara peningkatan performa kamera itu, HSW memutuskan proses uji pakai F1 yang sudah selesai diulang dari awal lagi.

Sempat beredar rumor F1 menggunakan komponen berkualitas nomor dua (KW2). Bahkan, ponsel itu memanfaatkan komponen yang tidak memenuhi standar Xiaomi. Dalam suatu diskusi singkat di Jakarta yang dihadiri HSW, hal tersebut pernah ditanyakan eksklusif kepada Head of Poco Global Alvin Tse.

Alvin memastikan F1 tetap menggunakan komponen berkualitas terbaik. Untuk menekan harga jual, Pocophone melaksanakan jurus lain yang nanti akan HSW bahas.

Sekarang menyangkut kabar bahwa F1 simpel panas. Terus terang HSW ingin tau mengetahui kronologinya. Dipakai untuk acara apa saja sehingga F1 diklaim simpel panas? Pasalnya, selama dua bulan menjajal F1, hanya satu kali ponsel tersebut terasa cukup panas. Siang itu HSW menggunakan F1 di luar ruangan. Kamera tak kunjung henti digunakan memotret dan melaksanakan live streaming.

Selain pada satu insiden tersebut, bodi F1 tidak pernah panas kala digunakan beraktivitas. Live tweet sambil membuatkan koneksi internet via tethering Wi-Fi pun tak memicu panas yang berlebihan. “Pipa pendingin” ala teknologi LiquidCool yang diterapkan di F1 rupanya memang manjur.

Tak usah menyangsikan kegegasan F1. Dipakai menjalankan belasan aplikasi pun ponsel itu tetap terasa gegas. Selain memanfaatkan sensor sidik jari, ada satu alternatif lain untuk mengaktifkan sekaligus membuka layar. Manfaatkan pemindai wajah alias face unlock saja. Padukan itu dengan aktivasi raise to wake di dalam hidangan settings kemudian display.

Implementasinya begini. Bayangkan ponsel sedang diletakkan di meja kemudian pengguna ingin mengoperasikannya. Ambillah ponsel dan hadapkan ke wajah. Raise to wake akan menyalakan cahaya layar, sedangkan pemindai wajah bakal membuka pengunci layar ponsel. Aktivitas itu tetap bisa dilakukan di lokasi yang gelap. Contohnya, di dalam kendaraan beroda empat pada malam hari dan gedung bioskop.

Tidak tersedianya inframerah dan NFC sedikit mengurangi kelengkapan fitur F1. Seandainya dua poin itu tersedia, ponsel berdimensi fisik 155,5 x 75,2 x 8,8 milimeter dan berat 182 gram tersebut akan lebih komplet. Buat HSW, tak adanya NFC bergotong-royong bukan menjadi duduk kasus fatal. Toh HSW paling-paling hanya memakainya untuk mengecek sisa saldo kartu e-money.

Bertolak belakang dengan NFC, dihilangkannya inframerah sangat disesalkan HSW. Sebab, inframerah yang bisa difungsikan sebagai pengendali jarak jauh (remote control) aneka perangkat elektronik itu sehari-hari diperlukan. Setidaknya, bermanfaat sekali untuk HSW.

Bisa murah karena…

Saat naskah ini diketikkan, F1 yang telah beredar resmi di Indonesia berbodi polikarbonat dan dibekali RAM 6 GB. Tersedia pilihan warna graphite black dan steel blue. Masing-masing ditawarkan dalam dua varian kapasitas memori. F1 dengan ROM alias memori internal 64 GB dibanderol Rp4,599 juta, sedangkan F1 128 GB Rp4,999 juta.

Kalau tak ada aral melintang, F1 Armoured Edition akan hadir pada November 2018 dengan harga Rp5,199 juta. Spesifikasinya sama dengan F1 6/128, kecuali bodinya berbahan kevlar yang dikenal ringan, kuat, dan tahan panas. Kevlar produksi DuPont itu rutin digunakan di industri penerbangan dan militer. Salah satunya untuk rompi tahan peluru.

Dibandingkan ponsel merek lain yang menggunakan Snapdragon 845 dan beredar resmi di Indonesia, harga F1 terlihat terperinci jauh lebih murah. Saat ini ponsel Snapdragon 845 termurah non-Pocophone ialah Asus Zenfone 5Z varian 6/128. Harga jualnya Rp6,699 juta. Berikutnya, Zenfone 5Z 8/256 Rp7,799 juta, LG G7+ ThinQ Rp9,499 juta, dan Oppo Find X Rp13,499 juta.

Mengapa harga F1 bisa begitu murah? Salah satu rahasianya, Pocophone menggantungkan diri kepada supply chain, service, dan quality Xiaomi. Contoh sederhananya begini. Anda mampir ke sentra grosir jaket. Bila Anda membeli seratus jaket sekaligus, harga per jaket akan lebih murah daripada bila hanya membeli sepuluh jaket.

Jadi, untuk pembelian komponen, Pocophone yang masih pendatang gres menumpang kepada Xiaomi biar sanggup memperoleh “harga grosir”. Di Indonesia, jalur distribusi dan layanan purna jual Pocophone pun menumpang kepada Xiaomi. Kombinasi ketiganya tentu berdampak signifikan terhadap harga jual.

Bukan hanya itu. Pocophone memangkas spesifikasi yang dianggap sanggup dikurangi atau tak terlalu dibutuhkan pengguna. Bodi ponsel menggunakan materi polikarbonat, bukan beling atau logam. Tampilan fisik ponsel memang menjadi kurang mewah, tetapi bergotong-royong tetap kukuh.

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Layar ponsel bukan menggunakan Super AMOLED, melainkan LCD IPS. Fitur NFC yang dianggap jarang digunakan juga dihilangkan. Seandainya Anda yang menjadi desainer F1, apalagi yang bakal Anda hilangkan?

Sudah semakin terang benderang ya. Langsung menuju kesimpulan final saja. Naskah review kali ini sudah superpanjang. Menurut HSW, dengan memperhatikan bermacam-macam faktor, harga jual Pocophone F1 tak sesuai dengan spesifikasi dan kinerja. Terlalu murah. Ponsel itu menjadi pilihan terbaik bagi individu yang mengidamkan ponsel flagship dengan harga amat masuk akal.

***

Berikut teladan hasil jepretan kamera Pocophone F1. Semua menggunakan mode otomatis dan tanpa menggunakan lampu kilat, kecuali disebutkan khusus. Ukuran foto telah diperkecil biar lebih ringan ketika diakses. Tidak ada olah digital lain yang dilakukan.

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Kini mencoba mode portrait dan efek light trails. Jangan menanyakan rasa minuman tersebut alasannya ialah HSW sekadar memotretnya di sebuah hotel. ??

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Dua foto berikut dijepret menggunakan kamera depan. Satu ketika mode portrait nonaktif, satu lagi mode portrait aktif.

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

***

Tangkapan layar Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, kondisi awal RAM, dan versi firmware ponsel ketika uji pakai.

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Aktivitas menghadirkan submerek kian lazim dilakukan produsen ponsel Review Pocophone F1: Harga Tak Sesuai Spesifikasi dan Kinerja

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)